MENUJU LARI DARI KENYATAAN

9 May

AL dan Ling adalah penggemar olah raga Atletik terutama lari, hobi ini sudah digeluti bersama sejak 4 tahun yang lalu. Setiap hari Minggu baik Al maupun Ling selalu menyempatkan diri berlari di car free day kota mereka masing-masing.

Pada awalnya hampir semua event Lari yang ada di kota besar selalu mereka ikuti, baik mula-mula yang 5 Km lalu 10 Km. Setahun kemudian Al mulai menjajal Full Marathon, sementara Ling hingga kini masih setia ikut yg 10 Km, pernah satu kali ikut yang Half Marathon, namun Ling tidak ingin mengulanginya lagi. Kini Al dan Ling hanya mengikuti acara lari yang rutin dan cukup banyak diminati para pelari lainnya saja.

Dalam satu tahun rata-rata Al dan Ling bisa ikut hingga belasan even, sehingga kini medali finisher mereka sudah menumpuk.

Al, Bali Marathon tahun ini dibatalkan lagi, tuh di instagram pengumumannya, untung gue belom booing tiket pesawat”, tulis Ling di WA, langsung centang dua biru.

Iya Ling, kali ini semua peserta yang telah mendaftar akan otomatis dialihkan ke Bali Marathon depan, kayaknya masih sempat untuk me-refund pembelian tiket pesawat, tapi klo hotel nampaknya tidak bisa dibatalkan nih Ling”, reply Al kemudian.

Wah sudah puluhan even lari di batalkan sejak pertengahan Maret 2020 lho Al, Sudah ada tiga event besar bahkan Bali Marathon yang akan diadakan Akhir Agustus 2020 secara resmi membatalkan kegiatannya tahun ini” Ujar Ling tiba-tiba melaui sambungan telp

Benar Ling, bisnis mengadakan kegiatan lari ini luar biasa menguntungkan nampaknya, dimana orang seperti kita yang waktu jaman masih sekolah bisa berlari secara gratis, sekarang mau-maunya berlarian dan mengeluarkan  biaya untuk itu”, sahut Al

Haha bener Al, gue tuh sampe muntah-muntah waktu finish Half Marathon tahun kemarin, batin gua, aduuh ngapain juga menyiksa diri begini, cape, nafas ngos-ngosan, terpanggan matahari, harus bayar pula, hahaha..” Ling menimpali

Coba ling, setiap kali mengadakan event  lari itu, setidaknya ada 5000 peserta yang terlibat, dan setiap peserta bersedia membayar rata-rata 300 ribu rupaih, sudah 1,5 Miliar rupiah in advance”, Kata Al memulai perhitungan.

Ow ow, kemudian panitia perlu dana untuk memesan kaos lari, medali, ijin penggunaan rute, mengundang pejabat, artis, hadiah bagi pemenang, belum lagi jika ada dukungan dari sponsor, mungkin kalau panitia bisa mendapat menyisihkan 100 ribu saja dari setiap peserta, maka ada keuntungan sebesar 500 juta perak bow”, ujar Ling takjub.

Itu baru 1 kali event, jika dalam satu tahun ada 10 saja event yang dipegang, maka sudah 5 Miliar sendiri tuh, Al” sambung Ling

Dimana ada kumpulan banyak orang, maka disana lah duit mengalir, untuk hotel akomodasi, makan, transportasi, belanja, semua kegiatan ekonomi menjadi hidup karena satu kegiatan tadi” Al menambahkan

Nah, tahun ini tentu cobaan berat bagi semua penggemar olahraga Lari, event dibatalkan, dan beragam cara panitia menyikapi pembatalan ini, ada yang mengembalikan Full biaya pendaftaran beserta racepacknya, ada yang mengalihkan perserta untuk kegiatan tahun berikutnya, namun ada juga yang tidak mengembalikan uang pendaftaran namun sebagian akan disumbangkan untuk kegiatan COVID-19 ”, ujar Al

Eh iyaaa, mosok salah satu panitia malah mengirimkan kaos serta medali Finishernya kepada calon perserta, padahal kan lari nya belum hahah” Ling menyambar.

Tapi para Run Organizer ini tidak kehabisan ide lho Ling, mereka tetap gencar melakukan event Lari namun virtual”, ucap Al kemudian

Oh ya? Jadi gak usah lari bisa dapet medali gitu ya Al?, atau lomba membayangka berlari? Atau gimana sih?” , ujar Ling lebay

Virtual Run itu adalah lomba lari namun pesertanya tidak berkumpul pada satu tempat, dan rute nya tidak ditentukan, boleh dimana saja, kapan saja, peserta hanya diminta memberikan rekaman rute dan waktu tempuh nya yang terrekam pada aplikasi”, Al menjelaskan

Trus peserta tetep harus bayar ya? Buat apa?” tanya Ling penasaran

Tetap bayar dong Ling, buat kaos dan medali finisher”, jawab Al

Wah asyik juga tuh Al, gue mau ikutan ah, di musim sepi lomba lari begini, gue masih bisa mengumpulkan medali finiser, lumayan kan buat nambah-nambahin koleksi”, ujar Ling

Lari dari Kenyataan menuju Lari yang tidak nyata, alias Virtual Run, hmm solusi yang boleh juga.***

 

 

Surakarta 09 Mei 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: