BELANJA DI TOKO ATAU DI TOKOPEDIA.COM?

4 May

ACTOR leaked the database of Tokopedia.com, demikian berita yang cukup mengguncang disaat menjelang buka puasa. Bagaimana tidak sebagaimana di tuturkan oleh akun twitter @underthebreach, bahwa “sang aktor” pada Jumat itu telah membocorkan informasi data user tokopedia.com hingga rentang waktu Maret 2020, persisnya sebanyak 15 juta user dan ditawarkan kepada yang berminat dengan harga 10 EUR (setara dengan Rp 165.000 untuk kurs saat ini), dan luar biasa file sebesar 4GB ini memang berisi data-data privat seperti username, password (masih terenskripsi) , email, status, full name, location, tanggal lahir, pekerjaan, perusahaan, hobbi, pokoknya semua data yang kita masukkan saat registrasi.

Beberapa saat kemudian, muncul lagi tawaran dari sang aktor, kali ini sebanyak 91 Juta data, dan ditawarkan sebesar 5000 USD (setara dengan Rp 74 Juta-an untuk kurs saat ini), dan keesokan harinya sudah ada yang membelinya !!. Saya yang masih terdaftar di Tokopedia.com hingga Maret 2020 kemarin, pastinya merupakan salah satu di dalam database yang bocor itu.

Melakukan kegiatan di dunia maya mau tidak mau harus melibatkan informasi personal diri kita. Paling sederhana kunci kita menuju dunia maya yang lelulasa adalah alamat email atau nomer telepon.

Celakanya kemajuan teknologi yang menjamin kemudahan dan kecepatan yang tidak pernah terbayangkan saat kita masih kecil, menuntut juga interkoneksi diantara penggunanya. Lagi-lagi alamat email dan nomer telp menjadi kunci utama untuk akses tersebut.

Ada seorang teman yang begitu paranoid nya terhadap upaya “Profiling” dirinya melalui dunia maya tersebut, sehingga dia sangat berhati-hati untuk terlibat lebih jauh dalam penggunaan fasilitas serta aplikasi teknologi. Bayangkan dia masih bertahan dengan HP monochrome dan monoponik, mengandalkan panggilan telp dan SMS yang konvensional. Alamat emailnya hanya 1, hotmail, tidak punya akun sosmed, jangankan Instagram, Facebook pun dia tidak punya, telebih Twitter, linkdin, atau bahkan Tokopedia.com sekalipun. Kehidupannya baik-baik saja minus kemudahan-kemudahan di era digital dan online saat ini –selain tentu dia terkucilkan dalam pergaulan dunia maya– . Baginya hidup adalah pilihan, pilihan untuk tidak memanfaatkan kemudahan mengorder taxi atau ojek online, memilih untuk pergi ke bank atau ATM untuk melakukan transaksi financialnya daripada menggunakan internet banking, memilih memesan tiket pesawat, kereta api, hotel di biro perjalanan, daripada menggunakan sentuhan jarinya di aplikasi travel online. Dan dia kelihatan cukup puas ketika saya dan dia membicarakan tentang kasus tokopedia.com ini melalui komunikasi zoom, –oh ya dia bilang cukup aman menggunakan zoom di komputernya, selain tuntutan kantornya untuk ber telemeeting di era WFH, juga karena tidak perlu login untuk join meeting– , namun saya tidak suka dengan expresi wajahnya seolah mengatakan “tuh kan kata gue juga apa….”

Saya tentu tidak se ekstrim teman psikopat saya itu, dan saya tidak rela memilih untuk hidup sulit di dunia yang memberikan kemudahan. Sehingga saya sejak lama melakukan strategi membuat email lebih dari satu. Memang cukup merepotkan saat setiap saya membuat atau mendaftar aplikasi, maka saya mendaftar dengan alamat email yang baru. Disamping email utama saya untuk bekerja (ada dua email), maka saya perlu email masing-masing untuk akun Facebook, Instagram, Twitter, Internet Bank (tiga bank), spotify, Apple ID, belum lagi akun pertemanan seperti tagged.com, badoo, yeah…setidaknya saya sudah memiliki 10 akun email. Itu belum termasuk jika saya mempunyai akun Facebook dan twitter lebih dari satu.

Pendaftaran internet banking juga dengan email yang berbeda (namun kali ini dengan nomer telp yang mudah dihubungi). Akun Sosial Media milik saya semuanya Anonim, tidak secara jelas mencerminkan identitas saya secara utuh (barangkali yang paling valid tentu saja di internet banking, dan efilling pajak saya. Sementara yang mendekati valid hanyalah di linkedin, itu pun tidak pernah saya publikasikan).

Intinya saya masih tetap beraktifitas “normal” di samudra internet ini dengan kerepotan yang luar biasa di belakangnya (saya mengandalkan catatan daftar email dan password untuk setiap aplikasinya, yang kalau itu pun di bobol, maka kelar lah hidup saya).

Memang itulah konsekuensi atas kemudahan yang diberikan di jaman now, peluang di retas, di bajak, di sadap, hingga disalahgunakan adalah sangat besar. Tidak hanya bagi pengguna zoom, atau whatsapp, tapi SEMUANYA.

Semua maling akan bisa memasuki rumah kita jika mereka memiliki akses untuk masuk, entah berupa kunci, atau “memaksa” masuk. Nah kita sebagai pengguna teknologi maju ini sebenarnya telah memberikan peluang “kunci” tersebut untuk di pergunakan oleh orang lain, paling tidak kita sedang diamati atau diintip tanpa kita ketahui –apa kegemaran dan kebiasaan kita dalam hal makanan, membeli pakaian dengan merek tertentu, sedang mempertimbangkan membeli smartwatch terbaru, hingga mencari-cari link berbau erotis–.

Dalam hal ini saran untuk senantiasa mengganti password secara periodik adalah upaya yang sangat logis untuk memperkecil peluang penyalahgunaan “kunci” tersebut.

Walaupun akun tokopedia.com saya dan akun OVO yang terhubung disana tidak memilki login, email dan password yang sama, saya tetap berharap agar siapapun yang telah berhasil mendapatkan “kunci” akun saya diantara 91 juta user tokopedia.com itu akan berpikir dua kali karena saya bukanlah pengguna aktif potensial yang gemar belanja online secara gila-gilaan.

Well, hidup adalah pilihan.***

(Buat para pembaca yang budiman, yang kebetulan memliki email dan password tokopedia.com yang sama untuk login pada aplikasi lainnya, sebelum terlambat, sebaiknya segeralah ganti paswordnya, SEMUANYA)

Surakarta, 4 Mei 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: