SYARAT DAN KETENTUAN BERLAKU

3 May

KERJA dari Rumah, sebuah keputusan yang harus diambil oleh semua orang yang “beruntung” di saat pandemi ini mulai melanda. Hal yang semula diidamkan oleh semua kelas pekerja, beraktifitas dekat dengan keluarga, bekerja dengan formalitas seadanya, dan semuanya akan merasa maklum, ah tentu saja maklum dan sedikit basa basi memuakkan atas kekhuatiran gabut alias makan gaji buta, well, karena sebenernya dalam kondisi normal pun mungkin sebenarnya kita justru sudah menjaladi gabut ini di kantor.

Tinggal di rumah tidak serta merta memutus hubungan komunikasi antar sesama manusia, teknologi digital, internet, justru membuat semua berita dan rumor berpacu seolah saling memperebutkan popularitas layaknya virus itu sendiri, viral!

Salah satu yang muncul dalam pembicaraan di dunia maya adalah bahwa kejadian yang sedang kita alami saat ini sudah “diprediksi” dalam film Contagion (2011).

wah kejadiannya mirip sekali dengan yang kini sedang terjadi, benar-benar cerdas sutradara film tersebut saat membuat film itu ya”, demikian kicauan salah satu netizen.

Saya sendiri belum menyaksikan film tersebut, dan ter-racuni oleh ajakan dan rekomendasi dari teman-teman untuk menyaksikannya. Singkatnya Saya baru menonton film tersebut setelah menjalani 8 Minggu masa Work From Home.

Namun kesimpulan saya ternyata berbeda dengan teman-teman saya, pembuat film Contagion memang cerdas dalam mengangkat topik tersebut, namun saya berani bertaruh bahwa dia tidak meramal suatu kejadian apapun, apa yg terjadi terkait virus memang demikian adanya, dan jika saat ini, saat virus corona sedang melanda bumi, cara kerja, mekanisme, dan yang akan terjadi memang akan seperti itu.

Malahan saya berpikir bahwa pada awalnya isu virus corona berasal dari kelelawar justru terinspirasi dari film tersebut, dan segala desas desus konspirasi juga dihembuskan justru berasal dari kisah di filem itu.

Mengangkat thema tentang Virus nampaknya sudah menjadi gagasan usang di dalam kisah film fiksi maupun nonfiksi. Namun cara kerja virus yang sedemikian efektif dan dapat menyebar dengan kecepatan yang mengagumkan adalah sejenis teror yang membuat pembaca maupun penonton film terpacu adrenalinnya.

Masih bicara tentang film, ada persepsi lain yang disampaikan dalam sebuah film dengan judul Kingsman : The Secret Service (2014). Tokoh antagonis Richmond Valentine dalam dialognya mengatakan : “Ketika kena virus membuat kamu demam, naiknya tubuh manusia adalah cara tubuh untuk membunuh virus. Planet bumi bekerja dengan cara yang sama. Pemanasan global adalah demam. Manusia adalah virus. Kita membuat planet ini sakit. Pengurangan populasi adalah satu-satunya harapan. Jika kita tidak mengurangi populasi kita sendiri, hanya ada dua kemungkinan yang terjadi, induk (bumi) membunuh virus (manusia) atau virus (manusia) membunuh induk (bumi)

Persepsi yang layak untuk kita renungkan pada saat ini dimana dikabarkan telah banyak perubahan positif yang terjadi pada Bumi sejak pandemi ini berlangsung.

Prediksi kapan pandemi ini akan berakhir juga telah menjadi topik yang diminati. Dengan melakukan analisis terhadap Big data yang tersedia, beberapa lembaga telah melakukan prediksi kapan pandemi ini akan berakhir dengan beberapa asumsi yang harus berlaku. Salah satu “syarat dan ketentuan” yang harus berlaku adalah : tidak ada mutasi virus corona baru yang kembali menyerang.

Secara alamiah, Virus adalah juga sepotong materi genetik, yang tentu ingin menjaga keberlangsungan eksistensinya. Sayangnya Virus adalah sebentuk organisme sederhana, lemah, yang hanya bisa “hidup” dengan “numpang” pada inangnya. Dan kalau inangnya mati, maka virus pun akan mati juga.

Walaupun virus mungkin tidak memiliki pikiran untuk bertahan hidup, namun diyakini bahwa alam semesta tentu ingin supaya virus bisa hidup lama, tentu saja dengan menjaga agar inangnya tidak mati. Semoga mutasi virus corona yang muncul adalah juga demikian, mutasi yang tidak menyebabkan inang virus corona cepat mengalami kematian. Saya pribadi tidak keberatan tubuh saya ditumpangi tanpa saya merasa penderitaan yang berarti.

Mari kita sama-sama berdoa semoga segala yang kini sedang terjadi segera berakhir, dan kembali seperti sedia kala.***

 

Surakarta, 2 Mei 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: