KUNGKER KE KL

16 Dec

PERJALANAN ‘Kungker’ (Kunjungan Ga Ada Kerjaan) Al dan Ling ke Kuala Lumpur telah sukses. “Sukses pegelnya, betis kencengnya full,” Ling monyong-monyong sambil mengejar jalan larinya Al. Menurut Ling, ga jelas Al itu jalan atau lari sama kencangnya. Lah kalo gitu larinya lambat dong.

“Kan ntar loe bisa duduk di kursi pencet, Ling.”

“Kursi pijit, Al.”

Ganti Al yang sebel ketika Ling merem melek di kursi pijit 1 RM yang berjajar di boarding room LCCT (Low Cost Carrier Terminal) Kuala Lumpur. Bandara penumpang pesawat hemat, pilihan penumpang tekun dan cerdas.😉

“Apa enaknya sih, Ling?”

“Ya enaknya ngeliat loe cemberut.”

Ha…ha…haa…

Bayangkan para pembaca…Dua hari di Kuala Lumpur sukses menjelajah ratusan anak tangga dan puluhan kilometer jalan kaki. Pasalnya Al sangat senang meneliti moda transportasi di berbagai kota dan negara. Jadilah sejak tiba hari sebelumnya di KL, Ling ikut intuisi pemetaan Al untuk mencari lokasi-lokasi yang dituju menggunakan MRT-KTM (Mass Rapid Transit-Keretaapi Tanah Melayu), LRT (Light Rail Transit), Monorail, dan juga kereta kusus ke Bandara KLIA (Kuala Lumpur International Airport) yang semua sudah pakai jalur tersendiri, pakai rel.

“Keren juga ya Ling, sarana transportasi massal di negeri Jiran.”

“Negeri Jiran itu apa sih?” tanya Ling sambil badannya bergelombang mengikuti gerakan yang dihasilkan sang kursi pijat.

“Jiran itu artinya Tetangga, Ling. Negeri Jiran itu Negeri Tetangga. Jadi negeri Jirannya Indonesia ga cuma Malaysia. Thailand, Singapore, Vietnam, Australia juga.”

“Ooo…yaaa harusnya negeri jiran ini meniru Jakarta, Al.”

“Kenapa?”

“Yaaa kalau menuju dan keluar dari bis tuh ga usah terlalu jauh. Kan bisa langsung nunggu mikrolet gituh..dan.. bis nya tuh ya ga usah cepet-cepet datang supaya nunggu yang mau naik ramai terkumpul gituhh.”

Al manggut-manggut ngantuk.

“Ling, ada yang sama lho antara KTM, LRT di KL dengan busway Jakarta, kereta api Jabodetabek. Gerbong khusus wanita.”

“Ooo ya iyaa itu kan niru Jakarta.”

“Yayaayaa…”

“Di Malaysia apa karena kasus pelecehan juga ya, Al?”

“Menurut gue sih karena negara ini mengutamakan kenyamanan bagi wanita muslim. Walaupun penumpang KTM di Malaysia ga pernah berdesakan karena perbandingan jumah kendaraan dan jumlah penduduk memadai.”

“Ga seru ya, Al. Ga berebutan, gituhh.”

***Buk..Kursi pijit mengebuk Ling. Hi..hi..hi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: