SAMPAH? NIMBY

20 May

LING lagi galau. Wajahnya merengut, bibirnya dicubit-cubit, kadang digigit-gigit. Hehe kebayang ga? Penyebab Ling galau bukan Al. Karena Ling percaya dan pede kalau Al ga akan pindah ke lain kaki eh hati. Hihihi…

Jadi apa dong sebabnya? Tuh benda yang ada di hadapan Ling. Tempat sampah di depan rumahnya yang penuh berjubel sampah berhari-hari. Tukang angkut sudah lima hari ga datang, kenapa ya? Baru lima hari ihhh gue en seluruh penghuni rumah bikin sampah sebanyak ini. Gimana banyaknya ya tumpukan seluruh er te, er we, wualahh.

Eh…tuh ibu-ibu pada mau ke mana ya? Wah wah seneng banget kayaknya wajah mereka. Cerita-cerita sambil tawa tiwi. Tu, wa, ga, pat, ma, nem. Enam ibu -ibu masing-masing menjinjing kantong besar warna hitam. Kantong khas kantong plastik untuk sampah!

“Neng yuk ikut,” ajak bu Mul pada Ling yang lagi bengong dekat tong sampah. Nama gue kan bukan neneng….bisik Ling ke telinganya sendiri,”Ke mana bu?”

“Ke kali neng, buang sampah nih. Pak ujang kabarnya berhenti jadi tukang sampah. Mau wirausaha katanya. Dagang sate. Hehehe hebat ya tadinya bakar sampah sekarang bakar kambing. Wah bisa lama cari tukang sampah barunya neng. Yuk kita buang ke kali ajah supaya bersih,” si ibu nyerocos cos cos.

“Tunggu, bu. Tunggu,” Ling cepat ikut berjalan. “Lho koq ga bawa sampahnya?” bu Kar heran karena Ling tidak membawa apa-apa.

“Ga, bu. Saya cuma mau nanya. Kenapa ibu-ibu buang sampah ke sungai? Kan sejak pelajaran jaman kuda gigit rumput, trus siaran di tipi-tipi udah diksh tau jangan buang sampah ke sungai,” Ling menjawab.

“Trus buang ke mana donk?”

“Hmm, iyaya buang ke mana ya?” Sejak tadi Ling galau pun karena ga tahu mau bagaimana.

“Bagus kita buang jadi petugas ga susah. Padahal kita bayar pula!” Kata bu Ucok yang ga marah pun suaranya memang keras.

“Tapi nanti sungai kotor dan menyebabkan banjir, bu,” Ling heran koq dia kayak lagi kasih penyuluhan.

“Kalau di rumah kita jg kotor, sampah meluap ngalir ke selokan, ke sungai juga toh? Atau nyumbat selokan banjir juga toh?”
“Banjir kan karena sungai dipakai buat rumah. Bukan karena sampah.”
“Jadi, bukan karena kita buang sampah, neng”
“Jadi, neng mau buang sampah bareng kita ga?”

Wah..wah ibu-ibu kompak menghasut Ling. Dengan gigih Ling bilang, “Gak.” Lalu berbalik pamit kembali ke rumah.

Sambil bingung mau diapakan sampah-sampah depan rumahnya, Ling menelepon Al yang pasti paham karena kuliah dan kerjanya di bidang lingkungan. Ling menelepon dari rumah. Aku ga punya pulsaaaa….
“Konsep mengelola sampah itu hanya tiga tahap yaitu : Pengumpulan, Pengangkutan, Pengolahan Akhir,” Al memulai kuliah via telepon.

“Dari setiap rumah, sampah itu dikumpulkan, lalu diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Gundukan sampah tidak bisa dihindari jika sampah tidak terangkut. Semakin cepat diangkut tentu akan semakin sedikit atau bahkan tidak terjadi gundukan. Ada kalanya sebelum diangkut setiap kelompok perumahan harus memiliki Tempat Pembuangan Sementara atao TPS. Sehingga petugas pengangkut tidak perlu berkeliling mengumpulkan sampah dari setiap rumah, cukup mengangkut dari TPS saja.

Tidak ada satupun warga yang mau halaman rumah nya dijadikan tempat sampah, “Not In My Back Yard” atau disingkat NIMBY. Perlu kesediaan dan kesepakatan para warga untuk menempatkan tempat sampah di lingkungannya. Jika tidak ingin ada sampah menggunung harus diangkut, atau lagi-lagi dibuang ke sungai, pokoknya tidak di halaman rumah saya. NIMBY!” Suara Al makin berapi-api. Sementara di seberang sana sepi.

“Ling…Ling…,” Al memanggil tidak ada sahutan. Al ga dengar bunyi telepon ditutup. Pasti Ling membiarkan teleponnya tergeletak begitu saja tanpa ditutup. Tring! Pesan bbm nya berbunyi.

Dari Ling: sip, tengkyu. Gue lagi ke otw ke rumah pak RT. Buang sampah. NIMBY.
Al: pak RT? Ga ke kali?
Ling: ga dong…gue warga yang baik. Gue kirim foto ya.

*** Gambar: kantong sampah bertuliskan “RT Siaga, titip ya pak…daripada saya buang ke kali.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: