BBM (Benar Benar Mbulet)

1 Apr

“Buat kesehatan ya…buat kesehatan bagi yg suka merokok. Selain sehat juga hemat uang. Ini rokok bisa untuk setahun karena bisa di charge. Hanya rp 20rebu,” penjual itu langsung mempraktekan cara menyambung rokok-rokok-an itu dan pengguna tinggal menghisap seperti merokok sungguhan. Asal keluar dari ujung rokok yg menyala warna merah.

“Kalo malem ya bapak-bapak nonton bola mau merokok, warung sdh tutup. Dengan rokok ini tinggal charge dan isep dari malem ampe malem lagi ga habis-habis.”

Seorang bertopi putih di bangku depan langsung tertarik. Bisik-bisik dan akhirnya dibayar tuuunaaii. Ling selalu beruntung kayaknya ya, selalu menyaksikan adegan lengkap dan merekam tontotan menarik macam ini.

Bapak pembeli tadi tampak senang sekali mendapat solusi sehat dan irit merokok. Lumayan nih buat subsidi harga bbm, pikirnya. Eh kalo gini, subsidi atau nombok ya. Tunggu pembahasannya di teve nanti malem.

Sekitar delapan menit berlalu, bapak itu masih menikmati asap bohong tapi hemat sambil nunggu bis meluncur. Pedagang naik turun silih berganti. Penjual jahe instan, lap anti basah, kacang telor asin, semua tidak digubris oleh bapak tadi.

Ling jadi inget cerita Al soal trik-trik pedagang di bis. “Ling, perhatikan deh pedagang yang suka membagi-bagi dagangannya ke penumpang. Dari depan kan jalan ke belakang ya. Terus muter lagi ke depan lewat , biasanya mereka turun di pintu belakang dan naik lagi dari pintu depan,” cerita Al suatu hari.

“Iya, iya. Terus?”

“Waktu mereka mengambil lagi dagangannya, di tangan mereka ada lembaran uang. Jadi sambil merapikan uang, sambil mengambil dagangannya yang tadi dijadikan contoh buat penumpang, seraya berkata “Iya terimakasih, ada lagi yang lain?”.

Ngerti kan, Ling…strategi provokasi, seakan-akan dibeli, memancing calon pembeli lain untuk ikut2 an membeli. Atau mereka ambil produknya sambil menoleh ke barisan belakang dan bilang: iya sebentar ya ya sebentar.”

“Hehehe…kayaknya ada yg antri gitu ya, Al.”

Kembali ke cerita semula. Sekarang, naik pedagang buku. Saat melihat seorang bapak sedang asik dengan rokok setrum itu, spontan sang pedagang bicara dengan nada ngomel, “jangan isep yang begitu pak. Itu kan bahan kimia.”

Bapak perokok bengong bingung. “Emang asap itu keluar dari mana? Kalo yang tau mah ga mau deh ngerokok gituan,” lanjut pedagang buku.
“Nih baca bukunya. Lima rebu.”

Sang bapak terpukau dan merogoh kantongnya lagi. Pedagang buku berlalu. Ling mengintip buku yang dipegang bapak itu berjudul: fakta dibalik kenaikan harga BBM.

Apa hubungannya ya? Bapak yang bingung itu segera menyimpan buku itu ke dalam tasnya yang bertuliskan Kota Hijau. Ooohh bapak itu mungkin mau kampanye go green ya pakai rokok aman.

“Al, bohong itu sukses karena ada pihak yang pintar ngomong, trus di pihak lain ada yang masuk telinga kiri keluar dompet kanan ya.” Saat ini Ling bercerita pada Al di sebuah toko buku.

“Bwahaha…. Makanya simpen dompet sebelah kiri ya. Sebentar ya gue cari keterangannya dulu.” Ling menunggu Al browsing di smartphonenya.

“Nah ini, Ling. Gue bacain ya. Rokok Elektrik adalah rokok yang khusus dibuat untuk para perokok yang ingin BERHENTI setidaknya MENGURANGI merokok tradisional dengan cara yang NYAMAN dan terbukti 99.9% AMAN untuk tubuh kita dan RAMAH LINGKUNGAN

Electronic cigarette atau e-cigarette adalah produk rokok elektronik yang beroperasi dengan menggunakan baterai. Uap nikotin akan dihasilkan oleh e-cigarette dan akan masuk ke tubuh seseorang ketika ia menghirupnya.

Perbedaannya adalah, alat ini tidak menghasilkan tar dan zat-zat berbahaya lain yang terdapat di rokok tradisional.”

“Ooo…”

“Tapi ada lagi nih. Rokok elektronik dianggap lebih berbahaya dibanding rokok biasa karena apabila rokok biasa terdiri dari berbagai campuran (tidak 100 persen nikotin), maka rokok elektronik seluruhnya mengandung nikotin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan menegaskan pelarangan terhadap peredaran rokok elektronik karena efek yang ditimbulkan lebih berbahaya dibanding rokok biasa.

“Tidak ada negara yang setuju penggunaan rokok elektronik. China sebagai penemu awal rokok ini, yaitu tahun 2003, selanjutnya justru melarang keberadaan rokok ini sendiri karena dianggap membahayakan kesehatan. Hal yang sama (pelarangan rokok elektronik) akan terjadi di Indonesia,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makana (BPOM) Indonesia Kustantinah di kantornya, Jumat (13/8/2010).

Hal yang mendasari pelarangan tersebut adalah kandungan toksin dalam jumlah banyak di rokok elektrik. “Sebetulnya isi dari rokok elektronik adalah zat nikotin. Bahan ini sangat toksin karena itu tidak disetujui keberadaannya dan tidak akan diakui untuk dikonsumsi,” kata Kustantinah.”

“Lhaaa…yang awalnya ngasih ijin siapa?”

“Mbulet ya, Ling.”

“Apa mbulet?”

“Membingungken.”

“Iya.”

*** terus gimana…..? Mbulet ya

One Response to “BBM (Benar Benar Mbulet)”

  1. all about my story 17 August, 2012 at 19:54 #

    lucu ceritanx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: