WASPADA LEBIH BAIK DARIPADA TIDAK WASPADA

29 Jan

LING itu pelupa, temans…Terutama kalau bawa payung. Kalau tuh payung sudah bersandar di suatu tempat yang dituju, apakah di kampus, di café, di kendaraan, di toko, pasti payungnya selalu lupa untuk diajak pulang lagi. Alasannya memang Ling lebih suka tidak bawa payung meski hujan. Jadi lebih suka kehujanan. Basah baju satu kering di badan. He he..dangdut ria.

Nah, penyakit lupa ini obatnya adalah pil waspada. Pil ini ada pada Al yang selalu sigap dan waspada. Sayangnya saat ini Ling sedang tidak membawa pil waspadanya alias sedang ke café sendirian tanpa Al. Soalnya, Ling memang mau beli minuman buat dia dan Al sedang di toko buku. Al janji segera menyusul.

Ling luar biasa tertarik dengan cara jual minuman di sini yang bisa ngambil sendiri. Kasir memberi gelas plastik setelah Ling membayar dan Ling boleh ambil sendiri di mesinnya. Ihh.. padahal biasa dehh…Nah inilah cikal bakal peristiwa.

Ling melepaskan ransel kecil yang sedang dipegangnya karena harus memegang gelas dan sebelah tangan lagi menekan tombol mesin minuman. Ransel kecilnya tergeletak di lantai dekat kaki kirinya. Ling lupa mata kaki tidak bisa melihat. Selesai gelas minumannya penuh, saat ia mau membawa ranselnya….Ling melongo. Lho…pergi ke mana dia? Koq ga nunggu gue pergi sendiri? Ling menuju meja kasir kalau-kalau dia tadi lupa. Ling mencari-cari dan akhirnya mengakui tasnya hilang.

Dasar Ling dia teriak-teriak, “Hati-hati tas Anda, pegang milik Anda masing-masing. Tas saya hilang!” Kontan seisi café waspada meraih tas masing-masing. Ternyata banyak juga orang-orang yang menyimpan tasnya di samping kiri kanan mereka.

Saat itu Al masuk dan ikut panik. Padahal tasnya masih nempel di punggungnya. Spontan Al menghampiri petugas keamanan yang mulai mendekat.

“Ada kamera CCTV, pak di area ini?”

“Wah tidak ada. CCTV hanya dipasang di dekat kasir,” jawab bapak berseragam itu.

Cerita selanjutnya aga menarik karena tentu tidak ada solusi di sana. Aturan sudah tertulis: Barang-barang anda adalah bukan tanggung jawab kami.

Al mengantar Ling melapor ke kantor polisi terdekat. Welehhh di sana sudah 2 orang pelapor yang kehilangan tas juga! Laptop dan tasnya hilang.

“Duh, Al…untung isi tas gue tadi cuma uang duapuluh rebu dan ATM dan KTP dan foto-foto manis gue.”

Oya Ling selalu menyimpan handphonenya di saku celana panjangnya.

“Liiinnggg…..,” Al gemes sekaligus bersyukur dalam keadaan ini Ling masih bisa santai.

“Sudah banyak sekali kejadian ini akhir-akhir ini. Hati-hati ya,” kata Pak Polisi kepada seluruh pelapor.

“Hahhhhh?! Siapa yang minta nasehat?” Ling sewot langsung disikut Al. “Jangan berisik, plisss…’”

“ Para polisi kalau sudah tahu begitu harusnya kasih informasi pada kita-kita ini donk apa tindakan mereka untuk pengamanan,” kali ini Ling berbisik pada Al.

Selanjutnya tidak mudah, temans…yang lebih dahulu harus diurus adalah KTP.

Untuk urus KTP harus lapor RT RW dan Kelurahan atau malahan sekarang kabarnya ke Catatan Sipil.

Ling sudah memblokir ATM nya dan tidak bisa dapat ATM baru tanpa KTP asli.

Prosedur tidak dibuat untuk membantu orang yang dalam kesulitan. Ling harus bertahan sangat irit bahkan pinjam uang untuk beberapa hari. Tapi Ling terhibur karena Al selalu siap mentraktir.

***OMG! Lebih baik waspada daripada minta bantuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: