STRATEGI DELAY

11 Dec

SEKALI ini Al dan Ling ga kebagian tiket pesawat Garuda. Bukan soal gengsi, tapi kalau delay bisa bubar agenda yang sudah terjadwal. Al yang super ketat dan suka dengan ketepatan sangat rusuh kalau segala sesuatu melenceng. Lagipula sering mereka hanya pulang pergi untuk pertemuan atau survey di suatu kota.

“Kan ga adil kalau kita terlambat ditinggal, kalau pengelola terlambat cuma minta maaf dan kita dikasih ‘ganjel’ roti,” kata Al. “Selain itu, kita patut bangga BUMN Indonesia ini contoh keberhasilan dan bukti kita bisa tepat waktu.” Taelaaa….

Jadilah mereka naik pesawat lain, namanya **** (tuutt sensor). Wuahh harga jauh murah meriah. Wuaahhh lagi, hari ini jadwal hanya delay 15 menit. Seperti biasa, meski sudah pasti dapat duduk, penumpang menyerbu dengan cepat ke petugas pintu masuk.
Al dan Ling memperhatikan saja di kursi ruang tunggu. Ling diam karena memang masih ngantuk. Jadwal pilihan Al selalu pesawat paling pagi jam enam. Jam setengah tiga pagi sudah harus bangun dan siap-siap berangkat.

Mereka masuk kabin hampir paling akhir. Padahal Al selalu memilih duduk di bangku paling belakang. Tiba di tempat duduk mereka, oooo ini rupanya kenapa penumpang ingin masuk cepat-cepat. Seluruh ruang barang di kabin penuh berjejal. Ransel Al dan Ling yang hanya sepotong itu pun tidak kebagian tempat. Untuk ringkas dan ukuran tidak besar, jadi mereka simpan aja di bawak kaki. Kaki mereka, tentu.

Tunggu demi tunggu. Sudah 11 menit berlalu. Lanjut 18 menit, 23 menit. Tidak ada suara pramugari dan pilot menyapa, tanda peswat akan berangkat. Penumpang mulai resah. Suara bisik-bisik mulai tambah keras.

Akhirnya ada penumpang yang mungkin profesinya kondektur berteriak pada menit ke 51,”Tariikkkhhh!”

Wuahahahaha….Dalam kekesalan, penumpang lain terbahak-bahak. Jadi, delay di ruang tunggu hanya 15 menit mungkin strategi supaya ga terasa lama, lebih tepatnya adalah strategi untuk menghindari kewajiban memberi kompensasi kepada penumpang. Ditambah delay di dalam kabin 55 menit, jadi lebih dari satu jam juga total delay.

Hampir seluruh penumpang tertidur karena tidak menunggu sajian-sajian. Akhirnya, pesawat mendarat di tujuan yang awalnya 1 jam 20 menit menjadi lebih dari 2 jam dan diiringi tepuk tangan penumpang.

***plok..plok..plok…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: