LEBARAN DELAY….

1 Sep

Ling kira, Al kemarin sudah takbiran. Ternyata kabar terkini: Lebaran mengalami Delay. Jadi, iseng Ling BBM-an dengan Al di hari tunda Lebaran.

Participants:
————-
Linggar, @​lif​​​​

Messages:
———
Linggar: Seandainya presiden nya JK, lebaran pasti hari ini karena “lebih cepat lebih baik”, tapi berhubung presidennya SBY maka “lanjutkan” puasanya =))hihihi…peaceee

@​​​​​​​​​​​​lif: Hahaha. Dasarr loe

Linggar: Ga jadi deh gue silaturahmi ke loe hari ini. Ada yang salah cetak kalender ya, Al?

@lif: Bukan ling, sistem penanggalan yang dipake beda. Kalender umum berdasarkan peredaran matahari, sedangkan kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan

Linggar: Iya gue tau. Kalender china juga perhitungan peredaran bulan. Tapi di kalender china gak pernah ada diley imlek.

@lif: penetapan kalender, semua bergantung pada peredaran benda-benda angkasa, termasuk bulan. Gue yakin bahwa pengamatan yang terus menerus itu tentu akan menghasilkan pola yang kemudian tercatat dan dijadikan acuan di kemudian hari hingga sekarang

Linggar: Emang apa sih yang dilihat?

@lif: Ling, kalo loe perhatikan, setiap hari bulan itu berubah-ubah bentuknya kan. Dari sabit kecil, tiga perempat, setengah, purnama, terus sabit lagi

Linggar: Yupp

@lif: Jadi, bulan itu mula-mula sabit dan muncul di barat, trus sedikit demi sedikit tambah besar sabitnya, dan muncul semakin ke timur pada jam pengamatan yang sama, trus akhirnya jadi bulan purnama di ufuk timur

Linggar: Ga ngarti

@lif: Pokoknya, dengan peredaran itu, yang dijadikan penanda bulan baru atau tanggal 1, adalah saat bulan muncul pertama kali saat matahari tenggelam, atau dengan kata lain tanggal 1 adalah peristiwa ketika pertama kalinya bulan “terbenam” di ufuk barat sesaat setelah matahari juga terbenam.

@lif: Keberadaan bulan di atas ufuk saat matahari tenggelam itu dihitung dan diamati dengan teknologi modern

Linggar: Oo. Tetep ga ngarti

@lif: Ada 2 kriteria kriteria yang dianut “golongan” islam di Indonesia, yaitu Ruhyatul hilal , yang mewajibkan bulan itu terlihat oleh mata, dan Wujudul hilal yang hanya mengandalkan perhitungan. Atas dasar 2 kriteria ini lah, perbedaan penentuan Hari Raya selalu berbeda.

Linggar: Jadi pastinya harus keliatan oleh mata ya

@lif: Y

Linggar: Trus kalo cuaca mendung gimana?

@lif: Indonesia itu luas, Ling.

@lif: Ada 90 titik pantau dari sabang samapi merauke, dan salah satunya pasti bisa lihat. Kalau ngikutin Hadits Rasulullah, jika terhalang, ya ‘digenapkan’ saja.

Linggar: Tapi di kalender selalu udah dicetak tuh kapan puasa kapan lebaran

@lif: Nah, Kalender yang mencerminkan masa depan, memang hanya bisa dibuat berdasarkan perhitungan HISAB, bukan Rukyah yang baru diketahui satu hari sebelumnya.

@lif: Namun, pemerintah kayaknya sejak dulu udah mengantisipasi perbedaan hitungan dan penglihatan ini, koq. Lihat deh di kalender, tanggal merah untuk hari raya idul fitri pasti berderet 2 hari berturut-turut. Padahal hari raya lain satu kann

@lif: Maksud gue, kalender itu harus boleh dibaca gini: awal tanggal merah hari lebaran di kalender bukan selalu sama dengan tanggal 1 dan 2 syawal. Tapi bisa ajah satu di akhir Puasa, dan satu lagi di awal Syawal.

Linggar: O gitu y. Ihh iya ya mungkin juga ya. Ihh pinterrr deh loe

@lif: Hauss nihh. Kirim yoghurt dong

Linggar: Yeee ga boleh ngeluhh dong. Boleh deh nti gue minta ama mamah

@lif: Cepethh, bentar loe nyampe kan pas maghrib

Linggar: Y, bentar,Gue hias dulu. Hehehe

Linggar: Eh ngomong-ngomong kalau menentukan lebaran harus lihat bulan dulu, kalau waktu sholat dan berbuka kok liat matahari??

***@lif is writing a message…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: