DILARANG MAKAN, MINUM, DAN DUDUK DI DALAM BUS WAY

10 Apr

“Fiuuuuhhh……..muka Ling ga karuan ditekuk-tekuk alias cemberut kerut-kerut. Setiap kali naik busway, pasti cari pelampiasan. “Hey! Koq tuh orang-orang boleh masuk lewat situ?” “Ya mereka ga punya otak!” Jawab petugas yang mencoba membela diri. Tapi serangan Ling lebih sengit,”Eh bapak yang tugas jangan cari alasan! Kalau ga bisa ngatur, mending ga usah bikin aturan!”

“Wah repot nih kalau busway ga segera datang, Al menarik-narik tangan Ling supaya tenang. Ling melirik sedikit dan senyum menjengkelkan. Kejengkelan di halte berlanjut di dalam bus trans ini.

“Di bis ini tidak boleh makan, bu,” kata Al yang kebetulan melihat sang ibu di depan kursi tempat dia berdiri, membuka bungkus permen “kojek.”Yang sebel lagi, bungkusnya dibuang sembarangan. “Lah kan cuma permen,” kata si ibu. Asem! Al mengumpat.

“Sejurus kemudian Al mengupil dan dengan sengaja waktu si ibu melihat, Al mengunyah upilnya. “Dik, ga boleh makan lho di busway.” “Ah, kan cuma upil”…………..Huahahahhaha Ling tergelak.

Busway koridor baru ini sangat baru dioperasikan. Namun ada hal baru yang membuat Al dan Lin kecut, asli! Aturan itu hanya ada di bus pada satu koridor ini, dari 10 koridor yang saat ini ada. Selain larangan makan dan minum di busway, ada larangan duduk. Koq larangan duduk?

Begini….,pertanyaan nih buat para buswayers posisi duduk di mana yang paling enak di dalam busway? Di belakang. Tidak. Di tengah, bukan. Di depan? Hampir, tapi kurang tepat.

Yang paling enak versi Al dan Ling itu duduk di samping kiri supir, tepatnya di pintu tangga keluar sebelah kiri supir. Pintu itu praktis tidak pernah dibuka dalam kondisi normal. Al dan Ling rela menunda naik busway, atas nama bisa memperoleh tempat VIP tersebut. Alasan lainnya, di tempat ini tentu dapat udara bebas dan pemandangan ke arah jalan, bukan menghadapi jejalan tubuh penumpang yang berdiri tepat di hadapan. Sekalipun kursi-kursi masih kosong, mereka tetap menghempaskan diri di tempat itu.

“Maka penghalang bahan aclyric yang dipasang menuju tempat favorit bertuliskan “Dilarang melewati area ini kecuali darurat” itu berarti larangan duduk buat Al dan Ling.

Terguncang-guncang berdiri di dalam bus, menatap tempat duduk juara yang mubadzir karena di klaim untuk keadaan darurat. Padalah misal terjadi keadaan darurat, tentu Al dan ling yang sedang duduk di tangga itu pun akan lebih dulu keluar donk. Mosok dalam kondisi darurat Al dan Ling masih enak leyeh-leyeh di sana, pikir Al.

***Al dan Ling ga habis pikir….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: