MUSIM RANDU DI KAMPUNGKU

2 Oct

“Eh elo mo ikut ga? Gue berhasil nih pesen tiket murah er asia. Gitu, Al. Suaranya keras banget ampe gue yang beda 3 baris di depannya denger jelas,” Ling bercerita. “Trus ada lagi yang bersuara, katanya gini: elo kalo ditanyain jangan bilang gue lagi di jalan ya,” masih Ling menyoal orang-orang yang bersuara keras-keras saat bertelepon di kendaraan umum.

“Iyaya, kalau gue ga gitu kan, Ling,” Al menanggapi.

“Ah elo mah malahan kayaknya mau cepet-cepet kalo ditelepon pas lagi di jalan.”

“Aneh juga ya kalau perhatikan sikap orang-orang yang cem-macem. Pola pikirnya mempengaruhi sikapnya,” kata Al. “Gue perhatiin misalnya yang mau naik pesawat terbang. Pintu boarding belum dibuka, sudah ada yang berdiri di depannya, antri. Waktu landing dan mau keluar kabin juga begitu. Seolah-olah paling sibuk gitu.”

“Padahal kan udah jelas dapat kursi ya,” timpal Ling.

“Nah, itulah. Toh semua sudah mendapat bangku masing-masing. Lagipula pesawat tidak akan berangkat sebelum semua penumpang yang sudah check ini dipastikan naik. Sering denger kan, berkali-kali nama penumpang yang belum naik dipanggil.”

“Iya, lagian naik duluan atau naik belakangan, sampainya juga sama-sama ya. He he..Eh mungkin ada pesawat yang ga pake nomor tiket lho, Al.”

“Mungkin ada ya. Terus, kalau Garuda kan sudah pakai sistem warna tiket ya. Tiga warna berbeda: hijau yang masuk lebih dulu, lalu biru, kemudian merah. Petugas bilang yang hijau silakan…eh…ada yang berstiker merah tetep nyerobot paling depan. Eh..eh…petugas yang bikin aturan juga kadang ga menegakkan aturannya.”

“Gitu dehhh..”

“Oya kadang untuk naik pesawat, kita naik bus penghubung kan? Kelakuan juga neh-aneh. Ga pada mau duduk, padahal naik busnya berebut. Kemudian berdiri dekat pintu. Ha ha.”

“Kan ada yang kuatir ga kebagian tempat barang di kabin, Al.”

“Kenapa gak disimpan di bagasi?”

“Nanti ambilnya lama, kuatir ada resiko isinya di “rogoh” atau hilang.”

“Kenapa ga kayak kita, ya. Ringkas selalu saat berangkat dan pulang.”

“Karena mereka ga kayak kita, ga punya uang buat beli oleh-oleh.”

Hahaha wakakak…

“eh Ling, kenapa judulnya dan isi ceritanya ga nyambung?”

“Nyambung dong, kan kita lagi ngobrol ditemani ‘kapuk’ yang terbang melayang-layang dari pohon randu.”

***ohh…bilang dong dari tadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,082 other followers

%d bloggers like this: